Pelabuhan Ali Sadikin akan Dibangun

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menegaskan, keberadaan pelabuhan internasional KEK Marunda tidak akan mematikan peranan Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan hadirnya pelabuhan itu dapat meningkatkan peranan Indonesia, khususnya Kota Jakarta dalam memberikan pelayanan optimal di sektor impor dan ekspor yang semakin cepat dan tepat.

“Pengembangan ini ditujukan agar kawasan Marunda memiliki keunggulan kompetitif dengan pelabuhan logistik di beberapa negara lain, seperti di Singapura dan Malaysia. Rencana ini segera dipaparkan ke pemerintah pusat,” ujar Fauzi Bowo usai menerima Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar bersama tim ahli guna memaparkan Kawasan Ekonomi Khusus Marunda di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (18/3).

Direncanakan, akan dibangun empat proyek infrastruktur yang akan dikembangkan di KEK Marunda yakni, pelabuhan transit dan utama, pembangkit listrik (power plant), instalasi air bersih, dan program insenerator untuk sampah Jakarta. Begitu juga dengan pusat industri yang sudah terbangun di kawasan tersebut tetap akan dipertahankan untuk menunjang peranannya sebagai pelabuhan internasional.

Sedangkan yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan pelabuhan transit di dekat Banjir Kanal Timur (BKT). Pelabuhan transit itu akan dinamakan Pelabuhan Transit Reede.

Pembangunan pelabuhan transit nantinya akan difasilitasi dengan bargas (alat pengangkut) untuk mengangkut peti kemas dari pelabuhan menuju kapal kontainer berukuran besar yang tidak mungkin merapat ke pelabuhan karena hanya dapat terapung di air dengan kedalaman minimal 18 meter. “Kami akan bangun pelabuhan ini sesuai dengan standar internasional, sehingga bisa bersaing dengan kawasan lainnya,” ungkap Fauzi Bowo.

Tidak hanya itu, pelabuhan tersebut juga terdata dalam peta pelabuhan internasional sehingga impor barang yang masuk tidak perlu lagi melalui pelabuhan di Singapura, melainkan langsung ke Jakarta. “Untuk mendukung hal tersebut, kami sedang mempersiapkan realisasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus secara pararel dengan mengembangkan sumber daya manusia, dan teknologi yang akan diterapkan disana nantinya,” terangnya.

Diharapkan pelabuhan ini bisa memberikan kontribusi pendapatan ke Pemprov DKI dalam dua atau tiga tahun kedepan. Pembiayaan pengembangan kawasan ini, lanjutnya, akan dilaksanakan oleh PT KBN sebagai salah satu badan usaha milik daerah DKI dan juga sektor swasta lainnya.

Untuk mendukungnya, Pemprov DKI Jakarta menargetkan tahun ini nilai saham Pemprov DKI di PT KBN sudah mencapai 38 persen, dan dalam dua tahun ke depan menjadi pemilik saham mayoritas dibandingkan dengan pemerintah pusat yang saat ini menjadi pemegang saham utama. Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), sekaligus anggota tim perumus pelaksana proyek KEK DKI Jakarta, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengatakan, untuk pengembangan pusat kawasan logistik ini diperlukan dana sekitar 2 miliar dollar Amerika.

“Pendanaan terbesar, kemungkinan untuk pengembangan SDM dan teknologi yang diterapkan. Pendanaan juga untuk infrastruktur pendukung seperti pembangunan tol Cikarang-Tanjung Priok,” kata Dorodjatun. Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono menyatakan pelabuhan yang nantinya berada di Marunda akan diberi nama Pelabuhan Ali Sadikin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s